Mas Padil

Guru Fisika di SMA Terpadu Al-Qudwah, Lebak, Banten. Aktivis Komunitas Indonesia Membaca. Pernah suka makan belut, kuaci dan manjat-manjat. ...

Selengkapnya

Menegur Orang yang Merokok

Menegur Orang yang Merokok

Sebut si Akan. Hari itu dia berencana menegur orang yang dilihatnya merokok. Meski tidak semua, minimak yang dia bisa. Dan hari itu ada lima orang yang berhasil ditegurnya.

Orang pertama saat di plang kereta api. Dalam kondisi menunggu kereta lewat, seorang bapak sempat punya waktu untuk menyalakan rokok. Saat diminta untuk tidak menyalakan rokoknya, dijawab

"Inikan tempat terbuka dek... nggak bikin pengap kan," Cukup, sekali Akan menegur. Orang itu melanjutkan merokoknya. Hingga plang kereta terangkat.

- - - -

Orang kedua, saat selesai makan siang di sebuah warteg perempatan jalan. Siang itu banyak orang makan. Setelah memesan makan, Akan menyantap makan siang. Sekira suapan yang kelima, dari sudut matanya Akan tahu orang disebelahnya yang sudah selesai makan mengeluarkan bungkusan rokok. Tidak berapa lama, kemudian menyala rokok itu. Asap terhembus, sampai kena wajah Akan, tentu saja asap itu terisap juga.

"Pak, bisakah bapak matikan rokoknya?"

"Orang habis makan itu ya enaknya merokok dek...."

"Bisa bapak keluar?"

"Kamu saja yang keluar. Siapa yang butuh?"

- - - - -

Orang ketiga, sedang mengorek-ngorek bak sampah di sudut gang. Terlihat asyik dengan rokok terselip di sudut bibirnya. Bau sampah yang menyengat tak dihiraukan.

"Bapak merokok juga?" Tanya Akan

"Iya dek. Memang kenapa?"

"Bukannya harga rokok mahal, kok dibeli juga?"

"Adek bilang saya nggak punya uang, gitu? Jangan kira Nyari rongsokan gini nggak punya duit!"

Akan meninggalkan si bapak, yang tanpa setahu Akan terbayang tunggakan bayaran sekolah anaknya.

- - - -

Hari menjelang sore, saat Akan menegur orang yang merokok. Sebetulnya, sedari tadi ada lima orang merokok yang ditemuinya. Tapi dilewatinya terus. Sampai akhirnya ketemu dia mampir ke tenda pecel lele, bapak-bapak yang sedang nunggu goreng ikannya, sambil terselip rokok di jemarinya.

"Pesan apa dek?"

"Mmm..." Akan jadi ragu untuk makan disana. Asap rokok pasti hinggap di makanan atau minuman disana, atau sedikit abu rokok bisa jadi jatuh dipenggorengan.

"Bapak merokok ya? Saya nggak jadi makan di sini..."

"Nggak jadi makan ya sudah. Rezeki nggak dari kamu saja..."ketus jawab si Bapak.

- - - -

Orang kelima, adalah guru, yang juga sedang merokok. Akan tahu dari obrolan yang sudah lima menit berlalu.

"Bapak merokok ya, apa tidak takut sama aja ngajarin murid bapak?"

"Ajar mengajar itu di kelas dek, hehe.. bapak sudah kebiasaan merokok, kecanduan gitu.."

"Nggak berminat berhenti pak,?"

"Pengen sih, tapi...."

Kemudian bapak guru itu bicara panjang lebar kepada Akan yang mendengar dengan saksama.

(Selesai...)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Akan luar biasa. Semoga Akan terus begitu. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, pak guru.

06 Nov
Balas

Inilah best practice! Akan memang keren!

06 Nov
Balas

Hehe... terima kasih

06 Nov

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali