Mas Padil

Guru Fisika di SMA Terpadu Al-Qudwah, Lebak, Banten. Aktivis Komunitas Indonesia Membaca. Pernah suka makan belut, kuaci dan manjat-manjat. ...

Selengkapnya
Resensi Buku Hasyim Asy'ari, Pendiri NU

Resensi Buku Hasyim Asy'ari, Pendiri NU

Perjuangan bangsa Indonesia meraih kemerdekaan tidak lepas dari semangat, pengorbanan, dan ketulusan hati para pejuang. Dibalik itu, ada peran besar tokoh-tokoh yang menggerakkan perjuangan itu. Salah satu tokoh yang berperan besar itu adalah Hasyim Asy'ari. Ruh religiusitas mengakar dan menjalar menjadi nasionalisme bangsa.

Perjuangan Hasyim Asy'ari dimulai dengan mendirikan lembaga pendidikan (baca: pesantren) ditempat yang tidak biasa. Terlebih dahulu membabat alas, di daerah yang terkenal dengan rampok, pencuri, pemabuk, dan penjudi. Langkahnya mendapat berbagai tanggapan dan tantangan. Namun berkat keuletan dan ketulusan usahanya, lambat laun langkahnya menampakkan keberhasilan dan keberkahan. Pesantren itu menjadi ramai. Banyak orang belajar di sana.

Perjuangan Hasyim Asy'ari terlihat dengan menentang bentuk penjajahan Belanda. Beliau mengharamkan dukungan terhadap Belanda dalam bentuk apapun, termasuk menyumbankan darah untuk mereka (Hal.xxv).

Usaha Belanda untuk melunakkan perlawanan Hasyim Asy'ari dengan memberikan bintang penghargaan pun ditolaknya. Di masa penjajahan Jepang, beliau menolak Nipponisasi seperti menyanyikan lagu Kimigayo dan mengibarkan bendera Hinomaru. Akibatnya, beliau dijebloskan ke dalam penjara di Jombang pada tahun 1942. Di penjara itulah berbagai siksaan dan deraan menimpanya.
Kiprah perjuangan beliau berlanjut dengan anjuran kepada para santri untuk masuk tentara Pembela Tanah Air (PETA) yang juga dipelopori anaknya, Abdul Kholiq.

Hasyim Asy'ari kemudian mendirikan Organisasi massa Nahdlatul Ulama (NU) yang hingga saat ini berkembang dan menjadi organisasi massa terbesar di Nusantara. Perjuangan NU berpijak pada prinsip moderat, toleran, reformatif, dinamis, dan berpijak pada manhaj NU. Inilah kiranya yang menjadi gerakan NU lebih moderat dan menjunjung tinggi toleransi, hingga zaman sekarang ini, reformasi.

Dalam perkembangannya, di Indonesia pun tumbuh beberapa kelompok dengan perbedaan cara pandang. Terhadap perbedaan ini, beliau menyerukan sikap toleran (tasamuh), seimbang (tawazun), pertengahan dan tidak memihak (tawassuth) dan bersikap dewasa, adil, dan saling menyapa (ta'adul). Hasyim Asy'ari sangat khawatir dengan penuh perpecahan anak bangsa. Karena itu sangat mengancam keutuhan negara. Perpecahan dianggap sebagai kejahatan umum dan dosa paling besar yaitu dapat merobohkan bangunan umat dan menutup pintu-pintu kebaikan.

Sejarah luar biasa telah ditorehkan oleh Hasyim Asy'ari. Namun, ditegaskan bahwa sosok Hasyim Asy'ari lebih besar dari NU yang didirikannya sendiri. Hidupnya didermakan demi Islam dan perjuangan, demi ilmu dan keluhuran, demi terang cahaya cinta dan kemerdekaan (Hal.8).

Kehidupan beliau penuh liku dan perjuangan. Dirinya diwakafkan, bukan hanya demi umat di Jawa Timur, khususnya di pesantren dimana beliau berjuang, tapi juga beliau hidup untuk berjuang, menegakkan kebenaran, dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Novel ini merupakan biografi Hasyim Asy'ari, tokoh utama dalam peletakan Islam moderat di Indonesia. Kisah hidupnya membuat para pembaca tidak hanya sekadar tahu bahwa beliau pendiri NU saja, tapi kiprah besar beliau dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan turut mewarnai sejarah besar bangsa ini.

Judul : Penakluk Badai
Penulis : Aguk Irawan MN
Penerbit : Republika
Tebal : xxx + 562 halaman
Terbit : 2018
ISBN : 978-602-573-417-5

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali